Selasa, Juni 23, 2009

Aozora Pedal - ARASHI/アオゾラペダル - 嵐


Sebenernya ini klip lama....tapi gw menemukannya di tempat tetangga. Terimakasih banget buat yang udah nulis...karena membuat gw memahami artinya....dan artinya sangat-sangat hangat......dan yang paling penting Sakurai Sho...jadi pemeran utama klipnya...^^. dan menurut yang nulis...sutradara video klip ini Ninomiya...satu hal kelebihan lain dari anak-anak ARASHI yang bikin gw makin kagum sama mereka....

Dan inilah gambaran dari cerita klipnya:

Scene - the present
Nino (on the phone):
"Hey, where--what? Oh, okay...alright then."
(to everyone)
"He's coming."

Jun (voice):
"Oh yeah?"

Music starts. As Sho approaches the building scene changes to the past
(their memory).


思い切りふんずけた ペダルはまるで
空を飛べそうなくらい 勢いをつけてまわった
omoikiri funzuketa pedaru wa marude
sora wo tobesounakurai ikioi wo tsukete mawatta
the pedal I stepped on spun forcefully
as though it could take flight to the sky

うしろに乗せた君の まわした腕が
ぼくのこといつもより 強く抱きしめた気がした
ushiro ni noseta kimi no mawashita ude ga
boku no koto itsumo yori tsuyoku dakishimeta kigashita
the arms that you wrapped around me from behind
seemed to tighten a little more than usual

あの日の風の色は 思い出せるけれど
あの時の夢と日々は ずっとくすんだまま
anohi no kaze no iro wa omoidaseru kedo
ano toki no yume to hibi ha zutto kusunda mama
I can remember the color of the wind from that day
but the times, dreams and days I had bad then remain

明日を眩しいくらいに うまく描こうとして
ぼくらはキレイな色を 塗りすぎたみたい
asu wo mabushiikurai ni umaku egakou to shite
bokura wa kirei na iro wo nurisugita mitai
we wanted to paint a tomorrow so bright and perfect
that we seemed to have used too many pretty colors

ちょっとカッコ悪いことも 壊れた夢の色も
パレットに広げ もう一度明日を描こう
chotto kakko warui koto mo kowareta yume no iro mo
paretto ni hiroge mou ichido asu wo egakou
so let's paint tomorrow again,
using the colors of lameness and broken dreams on our palette.

川反りずっと下って 立ち入り禁止の
柵を超え 河川敷の先までペダルをこいだ
kawazori zutto kudatte tachiiri kinshi no
saku wo koe kasenshiki no saki made pedaru wo koida
following the riverbend to its tip
I pedaled through the fence with the "no entrance" sign

自転車を投げ捨てて 見上げた空
鮮やかなその色は 心から消えないのに
jitensha wo nagesutete miageta sora
azayakana sono iro wa kokoro kara kienai no ni
throwing down the bicycle I looked up at the sky
the vivid color will never leave my heart

Scene - the present
Aiba :
"So in the end it's only us guys."
Nino :
"Yeah. I guess they're lives are too busy."
Ohno :
"I'm busy too! Yesterday I didn't sleep because I was watching soccer, and the other day I was playing a game..."
Sho :
"...That's what you would call not busy!"
Ohno :
"...No it's not!"
(All laugh, scene changes to memory again)

あの時の君の笑顔 思い出そうとしても
なんかうまくいかなくて いつも途切れてしまう
ano toki no kimi no egao omoidasou to shitemo
nanka umaku ikanakute itsumo togirete shimau
I try to remember how you smiled back then
but without any luck, it's always breaks off

悲しいページなんて 無かった事にしようとして
ぼくらはいくつも 色を重ねてしまった
kanashii peeji nante nakatta koto ni shiyouto shite
bokura wa ikutsumo iro wo kasanete shimatta
as if the sad pages never existed
we painted many colors over them

きっと塗りすぎた色って 白に戻れないけど
それでいい 新しい色で明日を描こう
kitto nurisugita irotte shiro ni modorenai kedo
soredeii atarashii iro de asu wo egakou
a page with so many colors will probably never be white again
but that's okay, let's paint tomorrow with a brand-new color

Sho (mouthes):
"What's wrong?"
Girl :
"..." (this part is left up to the imagination.)
Sho :
"...I'm sorry."
'
Scene - present
Nino (voice):
"Did you guys ever do it again?"
Sho :
"...Huh?"
Nino :
"Fireworks! We lit sparklers at the barbecue, remember?"

明日を眩しいくらいに うまく描こうとして
ぼくらはキレイな色を 塗りすぎたみたい
asu wo mabushiikurai ni umaku egakou to shite
bokura wa kirei na iro wo nurisugita mitai
we wanted to paint a tomorrow so bright and perfect
that we seemed to have used too many pretty colors

Aiba :
"...Oh! We did, we did!
...I haven't lit them since..."
Sho :
"Oh...we did, didn't we?"

Scene changes to the past again.

ちょっとカッコ悪いことも 壊れた夢の色も
パレットに広げ もう一度明日を描こう
chotto kakko warui koto mo kowareta yume no iro mo
paretto ni hiroge mou ichido asu wo egakou
so let's paint tomorrow again,
using the colors of lamesness and broken dreams on our palette.

Aiba :
"...Fireworks! Let's go get some more fireworks, they're gone.
...C'mon, let's go!
Let's go buy some sparklers!"

きっと塗りすぎた色って 白に戻れないけど
それでいい 新しい色で明日を描こう
kitto nurisugita irotte shiro ni modorenai kedo
soredeii atarashii iro de asu wo egakou
a page with so many colors will probably never be white again
but that's okay, let's paint tomorrow with a brand-new color

Jun :
"...We'll go ahead."

Scene - present

Aiba :
"...So I guess we'll light sparklers tonight!"

Jun :
"No way, that's so not sexy!" (He means lighting sparklers with a group of guys...it's implied when spoken in Japanese, but in literal translation it might puzzle some people.)

Nino :
"...What's wrong?"

Sho :
"...Nothing."
(to everyone)
"Shall we?"

Everyone :
"Let's do it!"

Jun :
"...Seriously?"

Everyone :
"Of course."

Nino :
"Alright then, someone go get the fireworks!"

Everyone:
"...Rock, paper scissors!"

Jarang banget gw menemukan video klip yang punya cerita dan di sini baik video klip juga syairnya semuanya bener-bener bagus dan nyambung....I love this clip...^^



Sabtu, Juni 20, 2009

Pacar Baru Tamaki Hiroshi


Dari sebuah flashnews yang biasa gw baca www.tokyograph.com ada berita kalau Tamaki Hiroshi dan seorang artis lawan mainnya dia di Love Shuffle yang namanya Yuriko Yoshitaka sedang kencan....

Love Shuffle sendiri bercerita tentang pertukaran cinta antara 3 orang cewek dan 3 orang cowok, 2 orang di antaranya yang main ya akang gw Tamaki Hiroshi dan pacar barunya Yoshitaka Yuriko yang sebenernya di drama ini dipasangin sama Matsuda Shota.

Sejak dari syuting Love Shuffle ini si akang dan gebetannya dikabarkan sering jalan bareng...(hiks...hiks.....hehehehe). Yaaah,....dengan rasa kecewa gw ucapkan omedettou buat akang gw tercinta......meskipun gak rela.....tapi janur kuning kan blom melengkung....jadi masih ada kesempatan.....(eh,..di jepang gak ada janur kuning kali yah???......hehehehehe)

Kamis, Juni 18, 2009

Ninomiya Kazunari on my eyes



Tanjoubi Omedettou Nino-kun...^^

Terimakasih karena Tuhan telah menghadirkan seorang Ninomiya Kazunari 26 tahun yang lalu tepatnya di tanggal 17 Juni.

Seorang kawaii otoko....yang membuat hampir cewek-cewek ABG include ibu2....(kayak gw...hehehe)...yang kenal dengan grup boyband ARASHI...tergila-gila sama dia....hehehehe.

Cowok yang lahir dan gede di Tokyo ini sangat populer dengan panggilan kesayangan Nino dan Kazu dikalangan anak-anak ARASHI. Didaulat mewakili warna kuning dalam band ARASHI dan disebut-sebut memiliki talent yang paling banyak menguasai alat musik terutama gitar dan piano.

Cowok yang gw tau aktingnya paling bagus dan menjiwai di setiap peran yang dia mainkan....^^

Pertama kali tau Ninomiya Kazunari gw tidak mengenalnya lewat ARASHI...tapi lewat Letter From Iwojima. Film Asing yang digarap Clint Eastwood dan masuk ajang Oscar. Gw yang memang seneng aja liat cowok jepang yang kawaii...begitu liat list pemeran yang ada di sampulnya ada nama yang enak banget disebut....Ninomiya Kazunari....langsung tertarik buat beli VCD aslinya...padahal selama ini gw gak suka film perang....^^. Cuma karena itu film perang...akhirnya gw menunggu mood gw untuk mau mencoba menontonnya...(finally i've been watch it)

Gw akhirnya tau dia bagian dari ARASHI karena 'Jun Bait'....lewat Hana Yori Dango...lewat lagu "WISH" itulah akhirnya gw pun mengenal boyband paling produktif di Jepang....ARASHI.

Ninomiya Kazunari pun masuk ke dalam daftar J-Boys yang gw kenal mengalami pengembangan akting yang bagus.....dari Akimahende, Stand-up, Letter From Iwojima, Sukoshi wa Ongaeshi ga Dekitakana, Ryusei no Kizuna.....dia memberikan aktingnya yang terbaik..

Dan kali ini ijinkan gw untuk mengucapkan: Tanjoubi Omedettou Ninomiya-kun....Semoga tetap menjadi Nino yang disayangi semua member ARASHI....tetap menjadi Nino yang dikagumi dan disayangi para fans....tetap memberikan yang terbaik dalam setiap peran dalam dorama.....

Last But not Least.... Kamisama o mamoru koto ga dekiru...

Jumat, Juni 12, 2009

Sebuah Kenangan



Ini cuma sebuah video kenangan dari orang-orang yang sudah membuat gw lebih dewasa dalam berpikir,....yang sudah membuat kerjaan gw jadi bertambah (cucol dikit...^^),....yang sudah membuat daftar temen gw jadi bertambah.....dan yang pasti..yang bisa membuat gw jadi pingin bikin blog ini...........

Kamis, Juni 11, 2009

Nasib apa Kutukan???....^^

Lagi-lagi gw dihadapkan pada persoalan yang sama....hehehehe...gw gak tau ini termasuk nasib atau kutukan...status sebuah teman mempertanyakan tentang cowoknya...yang gw coba komentari dengan bijak.....akhirnya berbuntut obrolan panjang.....Sebenernya sih ini bukan masalahnya yang perlu gw pikirin nasib atau kutukan.....cuma ironisnya.....cowok temen gw ini....tadinya hampir mau jadian sama gw.....ini yang seringnya kejadian ama gw......hehehehehe...maka gw pertanyakan...ini nasih apa kutukan???......^______^v

Dengan insting dan naluri yang gw punya gw mencoba menjawab pertanyaan si pacar tercinta (nama dan umur disamarkan)...hehehehehe:

Q : mbak, lanjuuuuut.. masa si mbak gt ? tp bukan berarti dia g sayang ma aku kan ?

A : gak lah....dia sayang kok sama kamu....apa perlu aku yang tanyain??.....hehehe....

Q : waaaahhhh, gak mbak.. emg co gt ya ? trus klo dia jarang hub aku knpa ? alesnya si ktanya dia banyak kerjaan. trus ktanya g mesti sering2 tlp ato sms kan ? gt mbak ?

A : yang gw tau sih tergantung watak sehari-harinya sih ya biasanya....ada sih beberapa temen gw yang perhatian ama ceweknya.....ada juga yang perhatiannya kayak ke lo gitu.... tapi pada dasarnya dia sayang sama perempuannya.....klo gak sayang..ngapain di pacarin coba??....hehehe

Q : iya juga ya ? tp yg perhatianya sama kaya aku gt, apa dia sering pegang2 hp buat sms ato tlp ce'a ? co ku tuh cuek mbak..

A : mau pilih mana??...cuek...tapi dia tidak melirik cewek lain. atau sok perhatian tapi dia gak tulus sama lo??

Q : ya maunya si perhatian tp g melirik co lain..hihihi... mbak, mas aku itu orangnya gmana ya ?

A : nah lo...klo mau tau dia mah jangan tanya gw kali.....mesti tanya orang yang terdekat sama dia.....tapi klo dimata gw sih....dia orangnya baik,.....kadang lucu...enak diajak ngomong

Q : haduuuuuh, tp masa dr tampangnya ga keliatan si ? biasanya mbak bisa menebak ssorang lewat muka. hihi

A : klo gw liat dari tampangnya....secara personal yah....karena gw blom pernah melihat dia klo lagi sama kamu....jadi gw bikin pendapat secara personal....well secara personal dia menyenangkan....enak diajak ngomong.....tapi ada satu yang masih misterius aja.....di mata gw
dia seperti punya dunia dan ambisinya atau mungkin rahasia atau masalah yang tidak bisa dia ceritakan ke banyak orang...

Q : trus.. trus

A : itu aja sih....gw blom kenal banget,....tapi overall dia cowok yang baik.....mungkin suatu saat klo gw liat kalian lagi berdua....gw coba liat lah sejauh mana dia perhatian sama lo....

Q : ntar dulu mbak, knpa bisa bilang dia baik ? pernah ngobrol bareng ?


A (gw agak hati2 disini..gak enak klo dia tau klo gw pernah hampir jadian sama dia...qiqiqiqi): sebenernya bisa sih....klo lo lebih sensitif dengan pandangan matanya.....lo akan tau dimana lo ditempatkan

Q : masa si mbak ? trus klo dia cuek gt, apa yg harus aku lakuin ? apa tetep cuek juga ?

A : pernah....tapi gak intens....cuma krena kerjaan aja....kita lucu2an ngobrol ngalor ngidul gitu...
ya kamu cuek banget jangan......tapi menuntut perhatiannya juga jangan terlalu menuntut.....klo untuk orang spt mas kamu itu....feeling gw lo mesti berhati2 dengan hatinya.... bukan karena hatinya jahat atau gimana yaaah...tapi gw seperti melihat klo titik paling krusial adalah hatinya

Q : wah si mbak hebat.. bener ngt tuh mbak.. trus.. trus

A : trus apa yah?.....yaaa....udah yang gw bisa kasitau baru sebatas personal yang gw tangkep aja waktu gw ngobrol ama si mas

Q : ko mas siiii ? jadi intinya aku harus apa ? biasakah ? cuek kah ? ato adem ayem aja ?

A (uuts...gw hampir mengacaukan konsultasi.....^^;) :
intinya...jadilah sahabat terbaiknya.....lo perhatian....tapi jangan over....sorry gw kebiasaan manggil dia mas...soalnya hehe... (selamet...selamet....)

Q : trus apa lagi ?

A : biarkan dia nyaman bersama lo...saat dia sudah merasa nyaman.....mungkin dia akan mau berubah sedikit lebih perhatian

Q : Oh gt ya mbak??..

dan pembicaraan gw dan si pacar pun terputus....karena keburu magribh dan sudah waktunya gw buka puasa......^^;

Akhirnya Nonton HYD lagi...melebur rasa kangen...atau???


Gara2 Ilfil sama tayangan BBF yang lagi di puter di tivi....(heran deh dubbingnya itu loooh)….akhirnya malem itu dengan kepala yang berdentam2 sampe bikin gw gak bisa tidur…gw masuk ke kamar dan keluar lagi dengan menjinjing tempat CD gw yang sebesar koper ukuran terkecil…^^
“Jiaaaa…dia beneran bête….” Kata kakak perempuan gw….
“hehehe……abis pala gw makin puyeng nonton ginian….” Jawab gw menunjuk tayangan tivi sambil terus memasang kepingan VCD Hana Yori Dango TV serial yang gw punya….
1 CD sudah habis gw lalap…lanjut CD ke 2….di tengah perjalanan akhirnya gw tertidur….membawa Makino, Doumyouji, Hanazawa Rui, Shojiro, dan Akira ke dalam mimpi gw….hihihii… dan ajaibnya….pusing gw berangsur hilang……hahahaha…sugesti.

Itu sekelumit kejadian malem kemarin....yang akhirnya membawa gw tiap malem nonton HYD lagi....aaah natsukashii.....ternyata memang dorama ini bikin gw kangen.....HYD memang the best buat gw.....no offense bukan maksud ingin menjelek-jelekkan garapan versi Korea dan Taiwannya.....tapi....buat gw HYD Jepang memang menampilkan apa yang dalam otak gw saat gw liat anime-nya dan baca manga-nya...well meski cuma sepotong-sepotong yang gw liat.....hehehehe.

Rabu, Juni 10, 2009

Gimana kiatnya lo sampe gak bosen sama dia???


Hihihihi....gw tadi dapet pertanyaan gitu dari seorang temen di wall gw yang ada di facebook. "Chie...kasih tau ke gw....gimana kiatnya lo sampe gak bosen sama dia?"....sejenak gw sempet bengong...karena bingung gak tau jawab apa...

Dengan senyum-senyum sendiri gw kasih tau juga ke dia lewat wall....
"Jitsuwa...gw gak tau..apa ini termasuk ke dalam usaha gw biar tetep ngefans ama tamaki atau gak.....^___^

Tapi sejak kagum sama dia di nodame....hal yang gw lakukan pertama kali adalah cari tau dorama dan filmnya di DL....dan gw selalu mencoba liat sisi istimewanya tamaki di semua doramanya......entah di Waterboys yang ancur banget....atau di Shika otoko yang jadi kurus banget.....gw mencoba menyukai semua hal yang dia hasilkan.....even itu cuma penampilan konyolnya di sebuah quiz....gw cuma menerima Tamaki-sama apa adanya.... yang baik..yang konyol...yang jail....yang ancur.....yang segalanya....Klise banget gak sih???

Sesekali memang gw melirik yang lain....kayak Kassy-sama, Ogurin-kun, atau Papa Sho.....tapi itu cuma sebentar dan ....Tamakay-sama gak pernah gw lepas.....hehehehe"

Hehehehe.....sampe sekarang gw jadi ikutan berpikir...kenapa gw bisa sampe gak bosen sama dia yaah??......Padahal sepanjang ingatan gw....gw adalah orang yang moody.....namun, gw juga gak tahu kenapa dengan Tamakay gw seperti gak bosen dengan kemunculannya......Jadi kepikiran gimana klo gw tinggal di Jepang sana yah??.....besar kemungkinan kebosanan sama dia akan muncul karena tiap beberapa menit sekali ada iklan yang dibintanginya.....atau ngeliat di majalah dan billboard yang ada gambarnya......hehehehe

Jujur gw juga tidak menjamin apa yang gw tulis di wall temen itu akan menjamin gw benar2 tidak akan mengalami kebosanan....hanya memang sampai detik ini gw masih menikmati kekaguman gw sama Tamaki Hiroshi...gw menyukai semua karya yang dia hasilkan.....mulai dari doramanya....filmnya.....(meskipun belum semuanya gw tonton...hehehehehe)...lagu-lagu yang dia nyanyiin....yang sampe sekarang masih sering berkumandang di mp3 gw dan winamp komputer gw menemani gw gawe.....

Hingga detik ini gw hanya menikmati dia sebagaimana dia tampil di hadapan gw lewat layar komputer dan tivi....mungkin itu yang membuat gw gak bosan sama tamaki-sama....karena gw menerima dia bukan sebagai my prince charming.....tapi sebagai dirinya apa adanya......sebagaimana gw menerima orang2 disekitar gw. Bukankah Tamaki-sama dengan segala kelebihan dan kekurangannya juga seorang manusia biasa??

Selasa, Juni 09, 2009

君のいない部屋で (kimi no inai heya de) by Hiroshi Tamaki

桜木町にある観覧車で
sakura ki jyoni aru
kanransya de
君としたキスを
kimi to shita KISU wo
寂しく光る
sabishiku hikaru
TVドラマが思い出させるよ
TV DORAMA ga omoi dasaseruyo

どんな言葉ならばあの日君を引き止められたろう
donna kotoba naraba
ano hi kimi wo hikitomeraretarou
上手くいくStory眺めても君は戻らない…
umaku iku Story
nagamete mo
kimi wa modoranai

きつく抱きしめて
kitsuku dakishimete
愛を確かめた
ai wo tashikameta
あの温もりを忘れられなくて
ano nukumori wo wasurerarenakute
君のいない部屋で変われない僕だけが
kimi no inai heya de
kawarenai boku dake ga
時を止めたまま…
toki wo tometamama…

君からのメールを読み返せばよみがえるmemory
kimi kara no MERRU wo
yumikaeseba yomigaeru MEMORY
一つ一つの言葉達から浮かんでくる幸せ
hitotsu hitotsu no
kotoba tachikara ukande kuru shiawase

当たり前になると
atari mae ni naruto
どうしてだろう?
doushitedarou?
見えなくなってた…
mienakunatteta
幸せはいつも僕の側で
shiawase wa itsumo boku no soba de
笑顔でいたのに…
egao de ita no ni…

二人見つめ合い
futari mitsume ai
心確かめた
kokoro tashikameta
あの瞬間を思い出すたびに
ano shunkan wo omoi dasu tabi ni
君のいない部屋で
kimi no inai heya de
行き先のない想い
ikisaki no nai omoi
抱きしめているよ
dakishimeteiruyo

きつく抱きしめて
kitsuku dakishimete
愛を確かめた
ai wo tashikameta
あの温もりを忘れられなくて
ano nukumori wo wasurerarenakute
君のいない部屋で変われない僕だけが
kimi no inai heya de
kawarenai boku dake ga
時を止めたまま…
toki wo tometamama…

二人見つめ合い
futari mitsume ai
心確かめた
kokoro tashikameta
あの瞬間を忘れられなくて
ano shunkan wo wasurerarenakute
君のいない部屋で
kimi no inai heya de
君への想いだけが
kimi e no omoi dake ga
時を止めたまま…
toki wo tometamama…
時を止めたまま…
toki wo tometamama…

Akhirnya gw mencoba buat menafsirkan syairnya...setelah berbulan-bulan dalam ketidaktahuan....hehehehe

"Saat kita berciuman di musim semi, Kejadiannya mengingatkan aku pada sebuah tayangan drama yang melankolis"

"Apa yang harus kuutarakan untuk membuatmu kembali. Bahkan melihat pada kisah kita yang berjalan lancar saja kau tak akan kembali"

"Mendekapmu erat, aku ingin memastikan cinta ini kembali, Aku tak bisa melupakan kehangatan itu, aku sulit untuk menerimanya, waktu serasa berhenti buatku"

"Membaca kembali surat-suratmu, berbagai kenangan pun kembali, satu per satu tulisannya membawa kebahagiaan dalam ingatanku"

"Aku berpikir untuk apa semua ini dibuat begitu alami, sampai aku tak menyadarinya. Kebahagiaan yang kita rasakan dan wajah yang selalu penuh senyuman"

"Teringat saat itu, ketika mata kita bertemu, meyakinkan hati kita. Di dalam ruangan ini tanpamu, aku menggenggam perasaan itu, perasaan hampa dan tak tentu arah"

"Mendekapmu erat, aku ingin memastikan cinta ini kembali, Aku tak bisa melupakan kehangatan itu, aku sulit untuk menerimanya, waktu serasa berhenti buatku"

"Aku tak bisa melupakan saat itu, ketika mata kita bertemu untuk meyakinkan hati kita, dalam ruangan ini tanpamu, membuat perasaanku padamu begitu juga waktu terasa berhenti, tak bergerak..."

buat yang penasaran dengerin lagunya klik aja disini yah...
jadi begitulah kira-kira...arti dari lagu yang bikin gw terlena dengan suaranya akang Tamaki Hiroshi ini.....
Kita akan jumpa lagi di lagu yang lain.... ada yang mau bantu koreksi???

Senin, Juni 08, 2009

Di antara Daun dan Bara

Episode Bara:

“namaku Daun Dini Putri Pertiwi…tapi aku biasa di panggil Dini”

Begitu yang kuingat saat perjumpaan kami dulu. Saat itu aku cuma seorang bocah laki-laki 5 tahun yang sedang menangis di pojok warung karena es krim yang kumakan tumpah tertabrak seorang bocah yang badannya lebih besar dari aku. Tiba-tiba sebuah tangan mungil menyentuh bahuku, dan menyodorkan es krim yang belum dimakannya.

“ini makanlah…aku masih punya yang lain” ujar seorang gadis mungil berkuncir dua dengan pita kuning di kepalanya.

“terimakasih…” jawabku sambil mengambil es krim dari tangannya.

“namaku Daun Dini Putri Pertiwi…tapi aku biasa di panggil Dini” ujarnya lagi sambil mengulurkan tangannya padaku.

“aku Ichiki Bara Yudhistira…aku mau memanggilmu Daun saja, boleh ?” jawabku sambil membalas uluran tangannya. Gadis itu pun mengangguk setuju dan tersenyum, kami pun melanjutkan makan es krim berdua sambil tetap berpegangan tangan dan sesekali tersenyum satu sama lain.

Sejak itu kami berdua berteman, meski hanya berbeda usia. Daun begitu aku menyebutnya memang lebih muda setahun dari aku, namun dia tak pernah minder untuk berteman denganku. Kami berdua berangkat ke sekolah bersama, pulang bersama, dan akhirnya karena pada awal tahun ajaran sekolah menengah pertama kami ternyata masuk dalam kelas yang sama, Daun pun memilih untuk semeja dengan aku.

Rumahku dan rumahnya hampir berdekatan, yang membuat rumah kami agak terpisah hanyalah sebuah rumah tua tak berpenghuni dengan pekarangannya yang luas yang sering di pakai oleh anak-anak sebaya kami bermain bola dan semacamnya. Bahkan pekarangan itu sering juga digunakan untuk penyelenggaraan Hari Kemerdekaan di kampung kami.

Aku dan Daun sering bermain di dalam rumahnya, meski tua dan tak berpenghuni. Rumah itu sering di pakai warga untuk sesekali jika ada bencana banjir di kampung kami. Kebetulan rumahku, rumah Daun dan rumah tua itu berada di dataran yang agak lebih tinggi sehingga daerah kami sering di gunakan warga yang berada di dataran rendah untuk mengungsi. Saat kami menginjak tahun terakhir sekolah menengah aku dan Daun lebih sering memakainya untuk mengerjakan tugas bersama

Semua orang tahu kalau Daun hanya tinggal dengan ibunya. Menurut beberapa tetangga, ayah Daun bunuh diri dan meninggalkan Daun berdua ibunya dengan tuntutan hutang yang tidak sedikit, itu sebabnya rumah mereka di daerah perkotaan dijual dan mereka pindah ke kampung ini. Sementara aku, hanya tinggal bertiga dengan ibu dan kakak laki-lakiku yang sudah bekerja di sebuah pabrik kayu. Ibuku adalah seorang janda yang ditinggalkan ayahku karena menikah lagi. Mungkin karena merasa senasib ditinggal sosok ayah, aku dan Daun menjadi dekat.
***
“Ichiki,…kau akan melanjutkan sekolah kemana?” tanya Daun saat kami sedang santai membaca buku di rumah tua itu. Daun adalah satu-satunya gadis yang memanggilku dengan nama Ichiki, nama pemberian kakekku. Menurutnya, ketinggian tubuhku yang melebihi tinggi rata-rata teman-teman di kampung membuatku pantas dipanggil nama Ichiki yang artinya adalah pohon. Dan aku hanya bisa tersenyum menanggapi alasannya saat itu.

“aku akan melanjutkan sekolah ke arsitektur, aku suka dengan konstruksi rumah ini. Membuatku nyaman… “ jawabku sambil terus menyelesaikan tugas Fisikaku.

“kalau begitu aku juga akan melanjutkan sekolah…” jawabnya. Aku menatapnya, tapi ternyata dia tetap asyik dengan bukunya.

“kau akan sekolah kemana?...” aku balik bertanya.

“yang pasti aku akan melanjutkan sekolah, yang dekat denganmu. Karena aku kan harus melindungimu” jawabnya sambil tersenyum dan melihat padaku. Mendengar jawaban Daun, mau tak mau aku ikut tersenyum. Betul, tinggi badanku tidak membuatku menjadi anak yang disegani teman-teman. Bahkan, predikat cengeng menempel erat dengan namaku. Sebaliknya Daun, yang perempuan lebih sering di sebut preman, karena sifatnya yang tangguh dan tidak gentar menghadapi siapapun. Bahkan sering beberapakali, Daun berkelahi dengan beberapa anak kampung hanya karena membela kepentinganku.

Aku sebenarnya bisa melawan, sesekali aku pun berkelahi. Namun, dengan adanya Daun perkelahian kami dengan anak-anak kampung, lebih sering menang dibandingkan jika aku berkelahi sendiri.

“Baiklah Daun, aku akan butuh sekali pengawalanmu….” ujarku menimpali alasannya. Kami berdua bersitatap dan akhirnya tertawa bersama
***
Menjelang ujian akhir sekolah menengah, aku dan Daun mulai mempersiapkan diri untuk melanjutkan sekolah di daerah kabupaten kota. Kampung kami kebetulan belum memiliki sekolah menengah tingkat atas yang memadai. Semua anak-anak seusia kami banyak yang tidak meneruskan sekolahnya karena biaya. Namun, tidak untuk ibuku dan ibu Daun, mereka berdua sangat mendukung kami untuk meneruskan sekolah.

Ibuku khususnya dia menginginkan aku untuk terus sekolah karena dia tahu impianku yang ingin menjadi seorang arsitek. Meski kami tidak cukup berada, tapi aku tahu Ibu dan Kakak sering menyisihkan uang penghasilan mereka untuk biaya sekolahku, aku pun tidak mau kalah dengan mereka. Kemampuanku membantu beberapa orang tua teman membetulkan rumah mereka sesekali menjadi ladang penghasilan untukku. Memang tidak seberapa, tapi lumayan untuk sekedar menambah simpanan kuliahku.
***
3 tahun bersekolah di sekolah menengah atas di kabupaten kota berhasil kami lewati bersama-sama tanpa masalah yang berarti, kami pun juga berhasil masuk jurusan yang kami inginkan. Aku dengan teknik arsitektur yang sudah menjadi impianku, dan Daun dengan jurusan Hukumnya. Awal-awal perkuliahan, kami masih sering menyempatkan diri untuk bertemu. Namun, di tahun-tahun berikutnya aku dan Daun semakin sulit untuk sekedar meluangkan waktu. Meskipun kami berdua merasakan kesulitan itu, tapi kami tahu kalau kami masih bersahabat.

Pada tengah tahun kedua perkuliahanku, aku mengenalkan seorang gadis pada Daun. Arumi namanya, seorang gadis yang sangat cantik, meski memang senyumnya tidak semanis senyum Daun. Tapi, aku menyukainya. Arumi adalah gadis ketiga yang kukenalkan pada Daun, dan gadis pertama yang kupacari di masa perkuliahan. Dua gadis sebelumnya adalah gadis yang kupacari di masa SMA. Ketika kuperkenalkan Arumi padanya, awalnya aku merasa tak ada yang berubah dengan Daun. Namun, lama kelamaan perilaku Daun berubah padaku.

“Arumi tidak baik untukmu ki,…” ucap Daun tiba-tiba padaku saat kami sedang bertemu di kantin kampus.

“Maksudmu?...” aku balik bertanya.

“dia hanya memanfaatkanmu, percayalah padaku…” jawab Daun sambil meminum teh manisnya.

“kamu bercanda kan?....kamu baru bertemu dia cuma 3 kali, dan kamu sudah berani bilang kalau Arumi tidak baik untukku?”

“aku hanya menggunakan naluriku sebagai temanmu, tidak lebih. Dan aku cuma menyampaikan apa yang kata hatiku bilang…”

“kita memang berteman Daun, tapi kamu tidak berhak apa pun dengan kehidupan pribadiku. Arumi adalah pacarku titik….dan kamu tidak berhak untuk menentukan dia baik atau tidak untukku…” jawabku tersinggung dengan ucapannya.

“aku melihatnya dengan lelaki lain sedang berciuman….” jawab Daun tiba-tiba padaku sambil memegangi lenganku saat aku hendak beranjak meninggalkannya. Seketika aku tersentak dan terdiam mencerna apa yang dikatakannya. Aku menoleh padanya, dia memandangiku dengan pandangan yang sungguh-sungguh.

“kau pasti salah…” bantahku.

“awalnya kupikir salah, tapi setelah kulihat sekali lagi…., itu Arumi, ki. Aku yakin”

“kamu pasti berbohong…Daun”

“kenapa kamu yakin aku yang membohongimu?...kita berteman sudah lama….dan kau malah membela Arumi yang baru kau kenal 4 bulan?...dia memanfaatkan kamu ki,….sadarlah” Daun kembali berargumen.

“ini hidupku Daun…..dan kamu tidak usah ikut campur dengan hidupku….”jawabku lagi sambil beranjak meninggalkannya. Dari jauh kudengar Daun meneriaki aku.

“Fine…!,….tapi jangan meratap ke aku seperti waktu es em a…kalau omonganku ternyata terbukti benar!!” sahut Daun, namun aku tak menoleh, dan aku pun tak ambil peduli dengan omongannya. Aku terus berjalan menuju ruangan fakultasku. Dan itu adalah pertengkaran pertama kami yang paling hebat.
***
Selang waktu berlalu, hubunganku dengan Daun tidak lagi seakrab dulu. Kadang kami cuma berpapasan dan hanya saling melihat dari jauh. Tak ada lagi pembicaraan kami yang sering kami lakukan kalau menunggu waktu kuliah. Hubunganku dengan Arumi pun akhirnya ikut berantakan saat aku memergokinya dengan seorang pria lain, ternyata Daun berkata benar. Arumi sudah mempermainkan aku. Kusadari kesalahanku memang sudah di luar batas pada Daun karena tidak mempercayai kata-katanya, dan aku menyesalinya. Namun, mencari Daun akhir-akhir sangat sulit sekali sementara aku mulai merindukan sosoknya untuk aku bercerita dan bergurau. Sampai suatu saat aku menerima sebuah sms…

“Mas,…mas…pengantinnya mau memasuki ruangan akad” tegur seorang ibu padaku, membuatku tersadar dari lamunanku. Aku menoleh padanya, dan dia menunjuk ke ujung dimana kulihat seorang gadis berdiri dengan anggun dan cantik. Semua yang hadir di situ sudah berdiri, dan aku pun akhirnya terpaksa berdiri.

Perlahan rombongan berjalan pelan melewati aku, gadis pengantin itu melihat padaku dan tersenyum memberikan senyumannya yang paling cantik dan paling membuat hatiku miris.

“thank you…” ucapnya pelan padaku saat gadis itu melewati aku yang sedang berdiri. Aku tak bisa menjawab apa-apa, hanya bisa tersenyum sebisa hatiku mengijinkannya. Kurasakan berat di dadaku belum hilang untuk melepasnya, karena ternyata satu-satunya gadis yang kusayangi dan tanpa kusadari aku sudah jatuh cinta padanya, akan menikahi seorang pria lain. Saat gadis itu perlahan berjalan menuju calon suaminya, tanganku masih menggenggam telepon genggamku yang masih bertuliskan sebuah pesan. Pesan yang belum terhapus dari seorang teman, gadis yang kini akan bersanding dengan yang lain….

“Ichiki,…kuharap kau sudah tidak marah padaku. Aku mengharapkan kehadiranmu di acara pernikahanku. Hari Minggu ini…datang yaah…bagaimanapun kita pernah menjadi teman. Dan kau adalah satu-satunya sahabat terbaikku yang sangat kusayang….kutunggu. Daun”

Sebuah Syair Tanpa Judul

Kekasih,
Ketika memandangmu
Ada satu kedamaian lain yang kurasa di sana

Kekasih
Ketika didekatmu
Ada satu asa yang memacu adrenalinku

Aku tergoda, aku terlena...aku merasa dalam dunia yang berbeda

Kekasih,
Nyatanya kini kenyataan harus bicara
Cinta harus memilih jalannya
Dan jalan itu...
Tidak mempertemukan kau dan aku

Kekasih,
Terimakasih telah mencintaiku
Meski kau tahu ada satu hati yang lain tersimpan dalam hatiku

Kekasih,
Terimakasih telah menghidupkan hari-hariku
Meski kau tahu cinta yang kita jalani...rapuh dan sementara

Kekasih,
Ijinkan aku ucapkan sebuah kalimat...
Untuk melepas perjumpaan kita...

"Maafkan aku untuk semua hal yang pernah ada"

mencoba menjadi aku

Ini adalah langkah pertamaku...Mencoba membuat diriku menjadi aku yang lain....Dan inilah langkah pertama yang aku buat...